Oleh : Wardahau
Aku rasakan malam yang sunyi
Mataku tertutup karena kantuk
Namun, anehnya aku dapat melihat
semuanya
Renjana besar datang dalam hidupku
Dan aku lihat, itu adalah kamu
Senyumku bermekaran menatapmu
Hatiku menari di tengah alunan musik
Aku masih belum melangkah
mendekatimu
Kaki kini kaku untuk kugerakkan
Bayangmu kian menyuram
Hembusan angin menerpa nerpa wajahku
Dedaunan berjatuhan menghujani tanah
Baskara mendekatiku
Cahayanya yang terang menyerang
penglihatanku
Aku tidak lagi melihat dirimu
Kemanakah gerangan?
Mengapa hanya ada aku dan dinding
putih?
Comments
Post a Comment