Skip to main content

Bukan Rindu



Oleh : Wardahau

Sendu di penghujung rasa

Perih yang membawa luka

Hening menjadi penenang

Saat riuh tak ingin dijumpa

Bukan aku dan kamu yang salah

Atau keadaan yang tidak mendukung

Ini hanya takdir

Yang tidak senang saat kita bersama

Lekas sembuh dan berhenti merindu

Mari kita temukan jalan kita masing-masing

Comments

Popular posts from this blog

Ketika Hukum dan Kekuasaan Bisa Dibeli: ‘Teruslah Bodoh Jangan Pintar’

Judul Buku : Teruslah Bodoh Jangan Pintar Penulis : Tere Liye Penerbit : Sabakgrip Tahun Terbit : Februari 2024 Tebal : 371. hlm Karya terbaru dari Darwis atau dikenal dengan nama pena Tere Liye kembali membuat saya terbawa suasana usai membaca buku berjudul ‘Teruslah Bodoh Jangan Pintar’ yang terbit Februari lalu. Sebenarnya sepanjang saya menghabiskan buku ini banyak rasa sesak dan prihatin dengan cerita yang disajikan dalam novel bergenre fiksi kriminal ini karena begitu dekat dan berani. Buku ini menarik perhatian saya usai comedian Ernest Prakasa membagikan ulasannya terkait buku Teruslah Bodoh Jangan Pintar dalam postingannya di Instagram. Yang menarik disampaikan bahwa buku ini mengandung alur yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, atau mungkin bisa dibilang mewakili suara masyarakat? Haha entahlah, namun buku ini hanya novel fiksi kata Tere Liye. Teruslah Bodoh Jangan Pintar memiliki alur maju mundur yang berkisah soal kejadian sidang konsesi di ruangan 3x6 meter. Adu a...

There Will Be Laughter With Sorrow, There Will Be A Rainbow After The Rain

Oleh : Wardahau Malam kian sunyi, sesunyi kelas yang baru saja ditinggalkan para siswanya. Semua siswa telah berhambur pergi memburu kantin. Hanya 30 menit waktu yang diberikan untuk beristirahat. Sebagian dari mereka memanfaatkannya untuk mengisi perut, mempersiapkannya agar tidak kelaparan ketika kembali melanjutkan pembelajaran malam ini. “Manda, ayo ke kantin.” Tia merangkul lengan Manda, hendak menyeretnya untuk makan malam bersama. “Aku ada urusan, Ti.” Ucap Manda seraya melepaskan rangkulan Tia di lengannya. Tia mengangguk mengerti. Mereka pun berpisah di lorong yang memisahkan antara toilet dengan kelas. Tia melanjutkan perjalanan menuju kantin, sedang Amanda berbalik haluan   kembali ke arah kelas. Siapa sangka kelas kosong itu terasa amat menentramkan bagi Amanda. Gadis 18 tahun itu memang tidak senang dengan keramaian. hidupnya selalu sunyi dan sepi. Amanda adalah sosok gadis yang tidak ingin lagi mengharapkan kehangatan. Baginya perhatian dan rasa cinta adalah h...

Manusia Kuat

 Oleh : Wardahau Ingatlah... Manusia tidak diciptakan untuk saling berseteru Apalagi saling beradu Melainkan kita perlu bersatu Agar kita semakin kuat dan dapat melangkah maju Berselisih tidak akan menyelesaikan masalah Namun malah akan memperumitnya Saling berteriak bukan perelaian yang ampuh Yang ada saling menyakiti dan membenci Amarah bukan solusi, melainkan hanya agresi Berdamailah... Saling rangkullah dan saling menepuk pundak Badai apapun tak akan terasa sesak bila berjalan bersama Bila tersesat, kita tak akan sendiri Ada teman yang akan senantiasa mengingatkan Berjiwa lapanglah Maka kebahagiaan menyertaimu Berhati ikhlaslah Maka tak akan ada penyakit amarah dalam dirimu